kumpul blogger

Monday, September 18, 2017

OBROLAN RINGAN DI PINGGIR JALAN

Sore itu langit cerah, angin menyapa lembut, membelai dedaunan yang mulai melayu kekeringan... Di sudut ruangan pos kamling yang lusuh itu terdengar obrolan asyik dua anak remaja.

Aldi (A)       : “Bro, mana aja seharian lo nggak kelihata batang hidungnya?”
Eko ( E )      : “Sorry mas, aku seharian di rumah aja. Maklum liburan gini ada saja kerjaan rumah yang mesti aku bereskan. Ngomong-ngomong kemana aja seharian tadi Di? “
A                 : ”Lha kalau aku, tadi seharian ke warnet kampung sebelah Ko. Seru sekali, tadi dapat game online baru yang super menantang bro. Yach lumayan buat gue yang kesepian di rumah nggak ada teman main.”
E                 : “ Eh, memang betah seharian bermain game di warnet kawan? Saya duduk baca buku 30 menit aja sudah capek dan pusing, ngantuk...”
A                 : “ wah beda bro. Baca buku lain dengan main game online. Enakan main game online di warnet! Gimana kamu itu... “
E                 : “ Emang orang tua lo nggak curiga atau menanyakan kegiatanmu sehari-hari?”
A                 : “ enyak dan babe guwe itu sibuuuuk terus, ada aja acara tiap hari. Apalagi kalau pas hari libur gini. Dijamin pasti keluar rumah sampai larut malam. Enakan kami Ko, ayah dan ibu sering di rumah dan diperhatikan. Dinasehati, diingatkan dan sebagainya...”

Sobat, itu Cuma secuil obrolan pinggir jalan antara 2 anak manusia...
Dari obrolan itu tadi bisa ditebak siapa yang biasa main game online di warnet. Siapa yang biasa mengerjakan pekerjaan rumah dada waktu liburan sekolah. (Lha iya to bro, wong sudah cetha gitu).

Kita sebagai orang tua pastilah bisa merasakan bagaimana perasaan kita kalau mendengar langsung obrolan mereka itu. Ada perasaan gundah, galau, sedih, kawatir kalau mendapati kenyataan anak kita biasa keluar masuk warnet untuk main game online sampai berjam-jam lamanya. Sebagai orang tua, kita tahu memang bisa saja anak minta ijin ke warnet untuk membuat tugas sekolah. Tapi juga harus diingat bahwa bisa saja itu hanya sebagai alibi anak kita untuk melegalkan masuk warnet. Sekali lagi perlu kiranya kita memberi pemahaman dan pengertian kepada anak kita akan manfaat dan madhorot dari internet. Mestinya gak perlu alergi dengan internet, yang penting bahwa beri kepercayaan pada anak dan penting  untuk memberi pengawasan pada anak juga. 

Yah silakan dikomen tulisan saya ini sobat, maklum berlatih... bye bye... sampai jumpa lain waktu. 

No comments:

Post a Comment

silahkan koment ya