Website adalah berbagai tempat penyedia
informasi di internet. Dalam bahasa Indonesia, bisa disebut sebagai situs.
Dalam KBBI, situs berarti tempat yg tersedia untuk lambang suatu inskripsi.
Inskripsi adalah kata-kata yang diukirkan pada batu monumen atau benda lainnya.
Jadi, membuat web seperti membuat sebuah monumen dimana kita menuliskan segala
hal yang menurut kita layak dibagikan kepada orang lain. Website bisa berisi
teks, software, gambar, video, dan sebagainya. Kita mengenal website dengan
domain .com, .org, .co.id, dan sebagainya.
Langkah pembuatan website secara umum
bisa digolongkan menjadi dua, yaitu melalui blog dan mulai dari nol.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.
1.
Tetapkan Tujuan Pembuatan Website
Sebelum membuat
website, tetapkan tujuan pembuatan website. Apakah website digunakan sebagai
aktualisasi diri semata, keperluan mempromosikan produk, mempromosikan kegiatan
kantor, atau keperluan yang lain. Tujuan pembuatan website mempengaruhi model
website, fitur, sampai kapan harus diupdate.
Meskipun website
bersifat independen, tetap lebih baik membuat website yang jelas peruntukannya,
konsisten, dan bermanfaat.
2.
Putuskan Domain dan Pilih Penyedia Layanan Website
Domain adalah alamat
yang dipilih untuk website kita. Website milik perusahaan dan milik umum
biasanya menggunakan domain .com atau .co.id. Website milik pemerintah umumnya
menggunakan domain .go.id, dan website sekolah dapat menggunakan .sch.id.
Pilihan ini merupakan hak pembuat website, dengan memperhitungkan konten dan
tujuan pembuatan website. Pemilihan domain yang benar akan memudahkan pengguna
menemukan website kita.
Penyedia layanan
website dalam dunia maya disebut hosting. Saat ini ada banyak sekali perusahaan
penyedia jasa hosting. Sebelum memilih, ada baiknya melakukan browsing dan
perbandingan terlebih dahulu. Salah memilih hosting dapat mengakibatkan website
kita kurang maksimal dalam pencarian google.
Jika ingin
memulai dari blog, anda bisa membuat blog gratis. Langkah pembuatan blog
tertera dalam website penyedianya, sangat mudah diikuti, dan dapat langsung
digunakan untuk menyebarkan informasi.
3.
Buat Website
Langkah berikutnya,
buat website. Untuk bagian ini, akan kita bagi menjadi dua.
a.
Pembuatan Website Melalui Blog
Pemilik blog
dapat meningkatkan status blog menjadi Top
Level Domain (TLD). Langkah yang perlu dilakukan adalah menghubungi
penyedia jasa webhoster untuk memesan domain. Langkah ini mudah dilakukan,
dibimbing oleh semacam customer service, banyak pilihan, dan tidak gratis. Status
tidak gratis biasanya menjadi masalah bagi banyak orang, tetapi bila
dibandingkan dengan pemasukan yang terbuka lebar dengan status TLD, maka biaya
pembuatan domain bisa dianggap sangat murah. Tulisan dan segala sesuatu yang
telah diunggah masih bisa tetap ada dalam website. Perubahan hanya terjadi pada
statusnya saja.
b.
Pembuatan Website Dari Nol
Pembuatan
website dari nol artinya website benar-benar dimulai dari kondisi tidak ada. Maka
setelah menetapkan tujuan, memiliki domain dan hosting, buat website dengan
memilih sistem yang sudah jadi, dapat pula dengan membuat website sendiri.
Sistem yang sudah jadi memang memudahkan pengguna, terutama yang awam dalam
bahasa pemrograman. Pengguna tinggal melakukan pengaturan dan website sudah
jadi.
Namun bagi yang
menginginkan website dengan fitur tertentu, akan lebih baik membuat sendiri
website sesuai keinginan dan selera. Jika tidak sempat belajar pembuatan
website, bisa memesan website pada penyedia jasa pembuatan website.
Memiliki
website dapat memberikan keuntungan, mulai aktualisasi diri sampai keuntungan
finansial. Dengan langkah pembuatan yang mudah, mengapa tidak?