![]() |
| sumber : dokumen pribadi |
Content writer, dapat kita alih bahasakan menjadi
penulis artikel. Pekerjaan ini mirip dengan penulis kolom di surat kabar atau
majalah, hanya berbeda media saja. Content writer bekerja untuk media di
dunia maya, misalnya blog atau web. Jadi, jika kalian sering membaca berbagai
artikel menarik di internet dan mendapat manfaat dari tulisan-tulisan itu,
berterima kasihlah kepada Content writer-nya.
Mengapa
seseorang perlu menjadi Content writer?
Saat ini, dunia maya maju dengan begitu pesat. Banyak sekali web baru, milik
berbagai perusahaan dan perorangan yang berlomba menghadirkan isi yang
bermanfaat. Kondisi ini merupakan peluang emas bagi Content writer, mengingat tidak semua pemilik web juga memiliki
kemampuan menulis.
Siapa
saja bisa menjadi Content writer
karena umumnya pekerjaan ini tidak dituntut dengan ijazah tertentu. Namun
demikian, agar tulisan berbobot dan bermanfaat, maka Content writer harus memiliki wawasan yang luas dan banyak
berlatih. Caranya? Banyak membaca. Sebaiknya genre bacaan juga beragam, dengan
berbagai gaya penulisan.
Selain
itu, Content writer dituntut untuk
bekerja tepat waktu. Banyak web yang berusaha mengunggah tulisan baru setiap
rentang waktu tertentu. Rajin mengunggah tulisan baru akan dapat meningkatkan
rating. Agar tujuan ini bisa dicapai, maka Content
writer harus menyediakan tulisan tepat waktu. Ketepatan waktu penyelesaian
tulisan dapat dicapai jika penulis tidak menunda-nunda pekerjaannya. Akan lebih
baik lagi jika penulis setiap hari meluangkan waktu untuk menulis sedikit demi
sedikit, sehingga tulisannya dapat selesai tepat pada waktunya. Bandingkan
dengan penulis yang memilih mengerjakan semua tulisan pada waktu terakhir. Cara
ini tidak hanya melelahkan, namun juga mengakibatkan tulisan menjadi kurang
berbobot karena ditulis dengan tergesa-gesa.
Sebagaimana
telah disebutkan sebelumnya, untuk menjadi seorang Content writer tidak harus memiliki ijazah tertentu. Ketika
seseorang memutuskan menjadi Content
writer, maka yang harus dilakukannya adalah berlatih menulis, banyak
membaca, dan melakukan uji nyali mengunggah tulisan. Di mana bisa uji nyali?
Saat ini telah banyak didirikan media blog gratis, baik berupa blog pribadi
maupun komunitas. Manfaatkan media semacam ini, unggah tulisan, lalu promosikan
kepada teman dan mintalah komentar mereka. Lapangkanlah dada, sebab bisa jadi
tidak semua orang menyukai tulisan kita. Terimalah kritik dan gunakan untuk
memperbaiki tulisan. Walau tidak perlu juga meluluskan semua usulan perbaikan.
Ingat, kita memiliki gaya masing-masing.
Sebagai
penulis pemula, akan baik sekali jika bergabung dengan komunitas penulis atau
agen penyalur penulis. Komunitas memungkinkan untuk berbagi tips, saling
mengomentari tulisan, dan berdiskusi tentang berbagai hal. Banyaknya interaksi
akan sedikit banyak membentuk penulis memiliki gaya penulisan yang khas.
Bagaimana
cara menjadi Content writer?
1. Hubungi petugas admin web dan tawarkan
jasa penulisan isi. Sebaiknya sertakan contoh tulisan yang sudah pernah
diunggah. Akan lebih baik lagi jika contoh tulisan yang ditawarkan adalah
tulisan yang banyak dibaca, bahkan menjadi viral;
2. Bergabung dengan komunitas blogger.
Komunitas yang sudah berdiri biasanya dihuni juga oleh blogger yang telah
memiliki banyak koneksi. Bergabung dalam komunitas akan membuka peluang-peluang
baru bagi calon Content writer;
3. Bergabung dengan agen penulis. Agen
bertugas mempertemukan web yang membutuhkan tulisan dengan penulis yang siap
menyediakan jasanya. Bergabung dengan agen penulis juga dapat membuka peluang
kerja sebagai Content writer, bukan
tidak mungkin berlanjut sampai menjadi penulis buku.
Selamat mencoba ya.

No comments:
Post a Comment
silahkan koment ya