kumpul blogger

Wednesday, December 20, 2017

Ternyata Begini Agar Content Bisa Jadi Viral

Conten Viral. Masih ingat fenomena “OM TELOLET OM”. Bisa jadi tidak semua orang yang mengucapkan kalimat itu memahami makna dan kisah dari mana asalnya. Sekedar ikut trend, selesai masalah. Tidak hanya anak muda, orang tua dan anak kecil pun ikut mengucapkan . Dalam bahasa kekinian, kalimat itu telah menjadi viral.

Content viral adalah sebutan bagi tulisan di dunia maya, yang disukai banyak orang, disebarkan secara sukarela, menjadi bagian kehidupan sehari-hari, dan menjadi trend baru. Content viral dapat ditulis oleh siapapun. Salah satu contoh adalah seorang bapak yang menulis curhatan di media sosial tentang istrinya. Tulisan itu begitu memprovokasi, sehingga banyak sekali ibu rumah tangga yang protes, melakukan share, dan mengomentari walau kebanyakan komentarnya menjatuhkan si bapak. Tingginya tingkat share dan komentar membantu akun si bapak menjadi terkenal dan tulisannya viral.

Siapapun, kapanpun, dan di manapun dapat menghasilkan Content viral. Untuk menghasilkannya, yang diperlukan adalah kemampuan berpikir kreatif dan tanggap terhadap lingkungan. 

Mengapa perlu membuat Content viral? Mari bandingkan dua kondisi ini:
Kondisi 1:
Seorang seniman mendadak terkenal karena karya lukisnya yang kontroversial ditawar dengan harga sangat tinggi.  



Kondisi 2:
Seorang seniman rajin berkarya dan melakukan pameran sampai tutup usia. Ia meninggal dalam kondisi sederhana, dengan ditunggui keluarganya yang setia.
Seniman pertama akan dikenang, setidaknya kisah hidup pernah menjadi viral pada suatu waktu. Bisa jadi setelahnya ia terus berkarya dan karya-karya selanjutnya juga dihargai mahal, namun bisa pula setelahnya ia tenggelam. Ia mungkin akan memiliki pola pikir yang berbeda setelah lukisannya laku dengan harga mahal. Perubahan pola pikir ini membuatnya baru melepas karya pada harga tinggi.
Seniman kedua, perjalanan proses kreatifnya berakhir seiring kepergian ke alam baka. Namun  ia hanya akan dikenang dalam lingkungan terbatas. Jika ada orang yang mengenal dan menyukai karyanya, bisa jadi jumlahnya sangat terbatas.
Jadi, jelas penting untuk setidaknya sekali saja membuat sesuatu yang kemudian menjadi viral. Bagi seorang penulis, tulisan yang viral merupakan kebanggaan. Hal ini menunjukkan tidak hanya kualitas tulisan, tetapi kepekaan mengamati lingkungan dan menganalisa jenis tulisan yang akan viral.

Bagaimana cara mendapatkan content viral?
1.   Sesuai Kebutuhan
Tulisan yang diunggah sesuai dengan kebutuhan target pembaca. Pembaca yang merasa kebutuhannya terpenuhi dengan tulisan pada sebuah web, bukan tidak mungkin akan berkunjung kembali ke web tersebut.



2.   Update
Hal-hal yang ditulis merupakan informasi update, tetapi disajikan dengan gaya tersendiri dan sudut pandang yang berbeda dari tulisan bertema sama dalam web lain.

3.   Hal Baru atau Inovatif
Tulisan yang disajikan memuat hal baru (inovatif). Tulisan yang inovatif dapat memberikan ide baru, bahkan yang tidak terpikirkan oleh pembaca. Umumnya pembaca menyukai jenis tulisan yang semacam ini, terutama pembaca yang bergerak dalam industri kreatif.

4.   Solusi Masalah
Tulisan menyajikan solusi (penyelesaian) masalah yang dialami pembaca. Sebagian orang mencari informasi dalam web ketika mengalami masalah, namun sulit menemukan solusi di dunia nyata. Solusi jitu dari suatu web memungkinkan pembaca berkunjung kembali pada lain kesempatan.

5.   Promosi  

Tidak kalah penting adalah promosi web dan tulisan yang baru diunggah. Promosi dapat dilakukan melalui media sosial, dengan menyelipkan link tulisan baru. Selipan link ini memungkinkan pembaca dapat langsung mengakses tulisan dengan sekali klik.

No comments:

Post a Comment

silahkan koment ya