kumpul blogger

Friday, September 22, 2017

JAMUNE YU

Jamune... Jamune yu, jamune kang...
Beras kencure mas, marai bregas  . Temulawake yu marai singset... Mbok jamu datang, ayo ayo beli jamu...

Suara tukang jamu keliling itu  masih terdengar di kampung saya di era 90 an, tapi seiring dengan perjalanan waktu saat ini tidak lagi terdengar. Kemana gerangan para penjual jamu itu?  
Tinggal kenangan.
Apakah semua beralih menjadi penjual jamu on line ya ?
Atau sudah beralih profesi menjadi buruh pabrik ?
Eeee mungkin sudah beramai ramai pindah berjualan jamu ke kota besar yang lebih menjanjikan.
Mana yang benar ?
Ribet amat sih, emang gue pikirin !

Sebetulnya yang mau gue angkat tu bukan mbok jamunya, terlalu berat untuk ngangkat mbok jamu kalee. Tapi fenomena yang baru ngetren dan hot di daerah saya, yaitu susahnya cari tenaga kerja untuk penjaga toko, apalagi tukang masak, cuci setrika dan momong anak atau kerennya disebut tukang asisten rumah tangga. Pada kemana nich mereka semua? Usut punya usut ternyata mereka lebih memilih menjadi operator pabrik (Garment) yang tidak jauh dari daerah saya. Ya biarin, memang ada yang salah? Iya, mereka nggak ada yang salah. Mereka realistis dan butuh kerja yang lebih praktis. Tidak usah mikir berat, nggak usah nginap,bisa pulang ke rumah tiap hari, nggak usah jauh-jauh ke kota besar tapi dapat uang.

Istilah kerennya pabrik masuk desa kali ya. Disatu sisi dengan masuknya pabrik ke daerah sangat membantu mengurangi pengangguran, membantu masyarakat meningkatkan taraf pendapatan tumah tangga. Akhibat lainnya adalah meningkatnya nilai jual lahan permukiman di daerah. Disisi yang lain ada pekerjaan rumah dan masalah yang mengiringi itu semua.

Ambil contoh semakin banyaknya volume pengguna jalan, namun belum diimbangi dengan perbaikan dan perluasan jalan. Orang yang bepergian pada jam-jam sibuk (06.00-08.00 dan 16.00-18.00) harus lebih berhati-hati di jalan.
Fenomena kebut-kebutan di jalan pada jam-jam sibuk itu tidak bisa dihindari. Ada yang tergesa-gesa karena mengejar waktu,(memangnya waktu berlari) karena bangun kesiangan. Ada yang harus cepat-cepat karena sudah limit waktu masuk dan lain-lain.

Kebiasaan tergesa-gesa tentunya tidak baik untuk dilestarikan. Rupanya sopan santun di masjid belum diterapkan  dijalan. Tanggung jawab siapa ini ??? Ya tanggung jawab masing-masing pengguna jalan ta mas broo. Enak aja wong yang ngendarai motor sampeyan, kok enyong yang suruh tanggung jawab...

Kalo nggak mau nganggung akhibatnya, ya jangan but kebutan di jalan dong mas! Lagian kasihan pengguna jalan lannya tuh, emang lu yang buat tu jalan, kok seenaknya di jalanan umum. Ingat-ingat itu choy...

Kecelakaan terjadi karena ada kesempatan dan karena ada niat. We lha dalah keliru itu bro...Kecelakaan terjadi bukan karena kita saja, tapi bisa karena pengguna jalan lain juga. Gini kali ya.
Belum lagi masalah knalpot pengguna sepeda motor yang sengaja dimodifikasi dengan yang kedengaran nyaring. Hadewh, bikin esmosi dan pekak telinga. Dijamin deh telinga kita bakal soak kalau ndengerin kendaraan dengan knalpot yang seperti itu.

Akhir kata,

Mari kita bersama ciptakan kenyamanan dan keselamatan di jalan. 

No comments:

Post a Comment

silahkan koment ya