Bertepatan dengan tanggal 20 September tahun 2017, adalah hari
terakhir ditahun 1438. Musim memasuki kemarau lumayan kering, lahan tadah hujan
mulai merakah “nela”, Air di sungai menghilang, yang tampak tinggal alur
sungai dan batuan serta dasarnya yang membentuk hamparan jalan. Sebagian warga
di boyolali utara mulai kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Hutan-hutan jati meranggas, semakin menambah panas kondisi udara di sekitar. Menuntut
kita arif dan bijak dalam menggunakan air untuk keperluan sehari-hari. Padahal
kondisi ini belum memasuki puncak musim kemarau. Semoga kemarau segera
berakhir.
Satu hal yang tidak boleh terjadi adalah kemarau dalam diri kita.
Ya. Kemarau dalam jiwa nurani kita. Karena dia adalah sumber utama kehidupan
kita. Kemarau dalam diri menyebabkan gersangnya jiwa kita. Kegersangan jiwa
akan menjadikan penyakit bahkan kematian jiwa yang nyata. Sehingga menjadi
mayat-mayat hidup yang berjalan di alam yang nyata. Kematian jiwa adalah
kematian yang sebenarnya.
Marilah di penghujung tahun 1438
Hijriyah ini kita akhiri dengan evaluasi diri dan muhasabah agar tahun yang
akan datang lebih baik daripada yang telah lalu. Paling tidak 3 hal yang bisa
menjadi parameter evaluasi diri dan muhasabah, yaitu : ruhiyah, fikriyah dan
jasmaniyah. Ruhiyah menempati urutan pertama. Suasana ruhiyah seseorang ibarat
sumber listrik bagi hidupnya lampu. Jika sumber listriknya kuat dan sehat, maka
lampupun menyala terang dengan baik. Jika sumber listrinya lemah dan banyak
masalah, maka lampu akan menyala redup sampai akhirnya padam karena tidak kuat
menopang beban lampu. Tingkat ruhiyah seseorang identik dengan tingkat keimanannya,
sehingga unsur – unsur penyubur iman mesti senantiasi dirawat dan diupayakan. Petuah
agama harus dijadikan sandaran dalam hidup kita agar terjaga keimanan kita.
Sejauh mana keimanan dalam diri kita inilah yang mesti kita evaluasi kemurnian
dan kualitasnya.
Dalam tataran realitas dapat terlihat dalam beberapa hal. Diantaranya
dalam hal kedewasaan. Tingkat kualitas keimanan seseorang dapat dilihat dalam
menyikapi suatu keadaan, dalam menghadapi suatu permasalahan dan dalam menghadapi
suatu perbedaan.
Parameter fikriyah dapat mengukur keadaan pemikiran seseorang. Pola
fikir, dan pemikiran kita akan sangat berdampak pada kehidupan kita mendatang.
Untuk itu perlu kiranya kita senantiasa memperbaiki pemikiran, wawasan dan pola
fikir untuk kesuksesan kita di waktu mendatang. Disilah pentingnya selalu
mengasah, mengolah dan mengarahkan pemikiran kita untuk hal positif. Termasuk
dalam hal pola fikir. Tidak mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang positif
kalau kita senatiasa berfikir negatif.
Aspek jasmaniyah. Dengan berjalannya waktu, berkurangnya usia kita
(baca : faktor Usia) menjadi suatu faktor yang perlu mendapat porsi perhatian
kita. Jangan sampai dengan berkurangnya usia malah menabung penyakit di usia
tua. Tidak ada enaknya banyak uang/harta tapi penyakitan terus. Untuk itu di
penghujung tahun 1438 H ini marilah kita bersama memperhatikan semua aspek
diri. Meliputi aspek ruhiyah, fikriyah dan jasmaniyah kita. Sebagaimana bahasa
kita adalah ikhtiar dan berdoa, marilah dengan ikhtiar yang benar dan
senantiasa berdoa mengharap perlindungan, bimbingan, ridho dan ampunan dari
Alloh SWT. Semoga dimudahkan segala urusan, diampuni segala dosa dan kesalahan.
Selamat tinggal tahun 1438, selamat datang tahun baru 1439 Hijriyah, semoga
tahun yang akan datang lebih baik daripada yang lalu. Aamiin.
No comments:
Post a Comment
silahkan koment ya